PERSIT KODIM SRAGEN LAWAN TERORISME

Minggu,  20 Mei 2018 pukul 15.30 - 17.10 bertempat di Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen telah dilaksanakan Aksi Damai Forum Kebangs...




Minggu,  20 Mei 2018 pukul 15.30 - 17.10 bertempat di Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen telah dilaksanakan Aksi Damai Forum Kebangsaan Indonesia dengan tema "#SragenMelawanTerorisme #kamitidaktakut lawanterorisme Guyup Rukun Mbangun Sukowati" yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpollinmas Sragen sebagai penanggungjawab Heru Martono,SH (Kepala Badan Kesbangpollinmas Sragen) yang dihadiri lk. 900 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut AKBP Arif Budiman,SIK,.MH (Kapolres Sragen), Drs.Tatag Prabawanto B,MM (Sekda Sragen), Heru Martono, SH (Ka Badan Kesbangpollinmas Sragen), Bambang Widjo Purwanto (Wakil Ketua DPRD Sragen), Ir. Faturrahman (Anggota DPRD Fraksi PKB ), KH. Moecthingudin, B.Sc (Plt./Wakil Ketua FKUB Sragen) beserta anggota, Ustadz Mala Kunaefi (Ketua DPW FPI Sragen) beserta anggota, K.H. Minanul Aziz, M.Ud (Ketua MUI Sragen) beserta anggota, Abdullah Afandi (Ketua PD Muhammdiyah Sragen), Dodok Sartono,SE (Sekretaris PD Muhammadiyah Sragen), Habib Masduki S.PD, M.Pdi (Pengurus PC NU Sragen) beserta anggota, Qodri Mustakim S.Pd M.Pd (Pemuda Muhamamdiyah Sragen), Endro Supriyadi,S.Kom (Ketua GP Anshor Sragen), Agus Indarto (Ketua Banser Kab. Sragen), Pendeta Eko Diono (Ketua Badan Pengurus Umat Kristen Sragen), Suyono, S.Pd (Ormas RAPI), Eko Permono (Persatuan Perhimpunan Pemuda Hindu Budha Sragen), Ikhwan (Pagar Nusa Sragen), Ari (Pemuda Panca Marga Sragen), Aris (ORARI Sragen), Feni (Lindu Aji Sragen), Singgih Wicaksono (Ketua Dewan Kesenian Daerah Sragen), Kolonel (Pur) Subiasmoro (Angkatan 45), Supriyanto (Pensiuanan PNS PWRI), Dani (Laskar Sapu Jagat Sukowati), Abdul Manan (Pengurus MTA Sragen), Paryanto (Perwakilan Senkom Sragen), Teguh Gunawan (Perwakilan Pedagang Sragen), Tomy (Perwakilan Pagar Nusa), Yudiatyo (Perwakilan Kesra), Toga, Tomas Sragen,  Masyarakat Sragen

Inti orasi yang disampaikan oleh Agus Indarto (Ketua Banser Kab. Sragen) bahwa perkenaan dengan hari Kebangkitan Nasional, masyarakat Sragen akan mendeklarasikan bahwa Masyarakat Sragen melawan adanya aksi terorisme.

Inti orasi yang disampaikan oleh Ustadz KH. Minanul Azis, MuD (Ketua MUI Sragen) mengungkapkan bahwa pada hari ini MUI Sragen menyatakan sikap menolak adanya Teroris, karena tindakan teroris sangat biadab dan tidak berkemanusiaan, serta tidak mempunyai agama, maka teroris harus dilawan.Dalam hal ini MUI Sragen menyatakan sikap bahwa Teroris itu tidak mempunyai agama, karena teroris selama ini membunuh, merusak dan mereka anti Pancasila, untuk itu MUI Sragen mengajak supaya warga Sragen bersama-sama harus melawan adanya teroris. Apabila memang di Sragen ada yang mengarah pada tindakan Teroris, maka hal tersebut harus disikat, dan mengajak kepada semuanya supaya dengan adanya tundakan teroris maka hal tersebut harus dilawan, dan teroris tidak boleh berada di Indonesia apalagi di Sragen.

Inti orasi yang disampaikan oleh Pendeta Eko Diono (Ketua Badan Pengurus Umat Kristen Sragen), Badan pengurus Umat Kristen mengajak kepada masyarakat Bumi Sukowati supaya bersatu, karena Negara Indonesia itu adalah satu. Pada hari ini Pengurus Umat Kristen Sragen bersama masyarakat Bumi Sukowati menyatakan sikap bahwa semua adalah saudara sebangsa dan setanah air, dalam arti semua adalah satu yaitu dalam NKRI.Mengajak kepada semuanya supaya membangun kebersmaan, meskipun Warga Negara Indonesia adalah bermacam-macam agama, ras dan suku seperti pelangi, namun semua tetap bersatu.

Inti orasi dari Suyono, S.Pd (Ormas RAPI) , Mengajak kepada semuanya supaya bersatu dalam melawan teroris dan apabila ada masalah supaya diselesaikan secara bersama-sama. menghimbau supaya jangan sampai teroris tumbuh di Bumi Sukowati, maka dari itu Ormas RAPI selalu mendukung pemebrantasan teroris yang berada di Bumi Sukowati.

Inti orasi dari Eko Permono (Persatuan Perhimpunan Pemuda Hindu Budha Sragen) : Bahwa Hindu Buda dan Agama yang lain di Sragen akan tetap menjaga empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Hindu Budha sudah sepakat akan melawan aksi-aksi teroris, dan Hindu Budha akan selalu menjaga keutuhan NKRI sampai akhir hayat nanti.

Inti orasi dari Ikhwan (Pagar Nusa Sragen), Bahwa dari Pagar Nusa Sragen mengecam keras tindakan terorisme di Sirabaya, maka dari itu Pagar Nusa Sragen akan lawan segala bentuk tindakan terorisme secara bersama-sama. Menghimbau supaya jangan sampai terorisme berada di Bumi Sukowati ini, dan jangan sampai semua yang ada disini mudah terprovokasi, serta mari semua bersama-sama menjaga Bumi Sukowati dari orang-orang yang ingin merongrong bumi Sukowati ini, dan mari lawan adanya teroris.

Inti orasi Ari (Pemuda Panca Marga Sragen) mengajak kepada semuanya supaya lawan Terorisme dan mengajak supaya tetap menjaga Bumi Sukowati dari terorisme.

Inti Orasi dari Aris (ORARI Sragen) : Mengajak semuanya supaya bersatu untuk melawan teroris, karena teroris harus lenyap dari bumi ini.
b. Menghimbau supaya jangan pernah takut sedikitpun dari ancaman teroris, namun teroris harus dilawan, maka semuanya harus bersatu jangan sampai warga Indonesia mau dipecah belah.

Feni (Lindu Aji Sragen) menyampaikan bahwa dari Lindu Aji Sragen menentang terorisme, dan atas perbuatannya yang biadab tersebut maka teroris harus dilawan.

Singgih Wicaksono (Ketua Dewan Kesenian Daerah Sragen) menyampaikan bahwa NKRI adalah harga mati, maka NKRI harus dijaga bersama.

Kolonel (Pur) Subiasmoro (Angkatan 45) Menyampaikam supaya yang masih muda tetap semangat dalam menjaga keutuhan NKRI, jangan sampai kalah dengan yang sudah tua, karena biar bagaimanapun yang namanya NKRI adalah harga mati.

Supriyanto (Pensiuanan PNS PWRI) menyampaikan bahwa pensiuanan Kab. Sragen meskipun sudah tua akan masih tetap semangat dalam memperjuangkan NKRI, dan siap mendukung serta memberantas teroris.

Inti orasi yang disampaikan oleh Ustadz Mala Kunaifi (Ketua DPW FPI Sragen) antara lain : Mengajak kepada saudara semua yang setanah air supaya siapapun yang hidup di Indonesia wajib hidup dengan berpedoman empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, dan siapa yang tidak setuju dengan empat pilar kebangsaan tersebut, maka harus dikeluarkan dari Negara ini. Mengajak kepada semuanya supaya bersama-sama membela dan mempertahankan keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman. Dari FPI Sragen menyatakan sikap bahwa FPI Sragen hidup dalam empat pilar kebangsaan, siapapun yang akan menghancurkan Negara ini, maka FPI Sragen akan siap melawannya.

Dengan adanya terorisme di Indonesia maka FPI Sragen siap melawannya, karena islam itu bukan teroris, jika selama yang dilihat bahwa islam itu mengebom dan membunuh, maka dimanapun orang tersebut berada, FPI Sragen akan menjadi garda terdepan untuk melawan dan memberantasnya. Teroris itu bukan islam, dan islam itu bukan teroris,  karena islam itu cinta rukun dan islam itu saling menyayangi terhadap semua makhluk ciptaan Allah. Orang yang mengebom di Surabaya bukanlah jihad, meraka tidak mati sahid namun mati sangit, karena tidak ada dalam islam yang mengajarkan tentang teroris dan membunuh. FPI Sragen meminta maaf  bila teroris mengatasnamakan islam, yang perlu diketahui bahwa islam itu bukan teroris dan teroris itu bukan islam, namun semua itu sama yaitu terbingkis dalam NKRI. badan Musyawarah Antar Gereja Sragen membaca Deklarasi yang intinya menolak adanya tindakan teroris dimanapun berada, terutama berada di Bumi Sukowati.

Inti Orasi dari Dani (Laskar Sapu Jagat Sukowati) Bahwa semua adalah sama, maka semua tidak rela bila Negara ini diinjak-injak oleh Teroris, maka dari itu semua harys membuktikan bahwa Negara ini adalah Negara yang merdeka. Dengan ini semua menolak bila ada kelompok yang membeda-bedakan antar rus dan agama, karena semua itu satu dan semua akan bergabung bersama TNI/Polri untuk menjaga keutuhan NKRI dalam melawan teroris, karena semua tidak takut terhadap teroris.

Inti orasi dari Abdul Manan (Pengurus MTA Sragen) : Sebelum kejadian di Surabaya terjadi, dan MTA ketemu dengan mereka para teroris, maka sebelum melakukan pengeboman dari MTA akan katakan kenapa kalian tega melakukannya. Dengan ini MTA Sragen mengajak kepada semuanya supaya bersama untuk melawan teroris.

KH. Moecthingudin, B.Sc (Plt./Wakil Ketua FKUB Sragen) menyampaikan dimana ada teroris disitu ada kerusuhan, maka dari itu FKUB Sragen mengutuk adanya teroris dan yang membela teroris, karena NKRI harga mati.

Inti orasi dari Habib Masduki S.PD, M.Pdi (Pengurus PC NU Sragen) : Saudara sebangsa setanah air, apapun alasannya yang namanya membunuh itu tidak dibenarkan, yang namanya manusia harus memanusiakan, jika tidak bisa berbuat antar sesama, maka setidaknya hormatilah antar sesama manusia.  Indonesia adalah menjadi Negara percontohan, jangan hanya gara-gara paham yang tidak jelas Indonesia menjadi tercemar namanya. Bila tidak memahami tentang islam maka belajarlah kepada para ulama tentang ajaran islam secara kaffah, agar supaya mengetahui dengan benar pengetahuan ajaran islam. Dengan ini NU menyatakan sikap bahwa NKRI harga mati.

Inti orasi dari Dodok Sartono, SE (Sekretaris Muhammadiyyah Sragen) : Dengan ini Muhammadiyyah ikut berbela sungkawa atas gugurnya Anggota Polri dan warga yang terkena tindakan teroris di Surabaya. Dengan ini NU mengecam keras atas perbuatan teroris, karena perbuatan tersebut tidak ada dalam ajaran agama apapun. Dengan ini Kepolisian supaya mengusut tuntas tentang tindakan teroris, agar supaya warga Indonesia tidak salah paham tentang keberadaan teroris. Muhammadiyyah berharap supaya masyarakat tidak berperasangka buruk terhadap agama apa saja, diharapkan warga tidak mengait-ngaitkan teroris dengan agama tertentu. Menghinbau supaya segala bentuk kekerasan yang ada di bangsa ini supaya dituntaskan jangan hanya pelakunya namun juga jaringannya. Dengan ini NU siap untuk memerangi dan melakukan pencegahan munculnya benih-benih terorisme.

Inti orasi dari Paryanto (Perwakilan Senkom Sragen) : Masyarakat yang ada di Sukowati menyampaikan teroris adalah musuh semuanya, teroris harus dilawan dan semua harus berani menjadi garda terdepan, maka semua harus mengetahui ciri-ciri teroris. Dengan ini Sebkom menjelaskan dan menegaskan bahwa teroris adalah musuh semua.

Teguh Gunawan (Perwakilan Pedagang Sragen) menyampaikan bahwa warga Sragen tidak takut bom, karena warga Sragen sudah biasa memakan makanan seperti sambel bledek, botok mercon, bakso rudal, bakso granat dll.

Tomy (Perwakilan Pagar Nusa) menyampaikan  bahwa NU akan siap membantu aparat keamanan TNI/Polri dalam menjaga segala bentuk ancaman, karena NKRI harga mati.

Qodri Mustaqim (Ketua Pemuda Muhammadiyyah) menyampaikan bahwa Muhammadiyyah percaya dengan TNI/Polri untuk melawan teroris, namun semua itu tidak cukup, maka semua harus sama-sama membantu dalam memberantas teroris.

Endro Supriyadi, S.Kom (Ketua Pemuda Anshor Sragen) menyampaikan orasi yang intinya : Salam sejahtera bagi semuanya, kepada seluruh elemen masyarakat bumi Sukowati yang dibanggakan, 100 tahun yang lalu menyatakan diri bersama-sama mendeklarasikan yaitu menyatukan tekat dalam rangka mewujudkan Indonesia raya. Hari ini 20 Mei, 70 Tahun yang lalu para sesepuh pendiri Bumi Sukowati  membulatkan tekat dalam pangkuan untuk mewujudkan Indonesia bersatu, dan 20 Mei merupakan sejarah kembali dan terulang di alun-alun Sasana Manggala Sragen bahwa Sargen menjadi tonggak sejarah bagi semua, yaitu berkumpul untuk mewujudkan supaya Indonesia bersatu.  Dari Sragen lahir pejuang-pejuang Negara, jika tank, nuklir tidak dapat menembus bumi Sukowati, apalagi hanya teroris yang hanya segelintir tidak akan mampu, NKRI adalah harga mati, apabila dulu penjajah diganyang dengan bambu runcing, maka semua harus ganyang teroris. Dengan ini semua harus bersama-sama dengan TNI/Polri menyatakan sikap NKRI adalah harga mati.

Yudiatyo (Perwakilan Kesra) menyampaikan bahwa Teroris harus diwaspadai, dia ada diantara medsos, maka jangan terprovokasi, salam jiwa nusantara.

Inti yang disampaikan oleh AKBP Arif Budiman, SIK, MH (Kapolres Sragen)
Mengucapkan terimakasih karena pada hari ini warga Sragen berkumpul untuk menyatakan sikap melawan teroris. Hal tersebut pemandangan yang sangat indah karena semua satu suara untuk melawan teroris. Tindakan teroris adalah masalah sikap dan mental,  maka dengan melawannya harus membutuhkan bukti yang nyata yaitu dengan cara membangun kewaspadaan terhadap kelompok yang tidak dibenarkan supaya segera dilaporkan ke aparat setempat. Semua harus sama-sama melawan terorisme di bumi Sukowati yang dicintai. Benang merah teroris tidak mempunyai sikap toleransi, maka semua harus membangun sikap toleransi terhadap semua kelompok, saling menghormati dan saling tenggang rasa. Semua harus merawat kebersamaan, semua harus doa sama-sama semoga keluarga yang terkena aksi teroris diberikan ketabahan dan kesabaran, dan semoga bumu sukowati akan tetap diberi keamanan dan kenyamanan dari segala bentuk tindakan terorisme.

Drs.Tatag Prabawanto B, MM (Sekda Sragen) : Meminta maaf karena pada hari ini Bupati dan Wakil Bupati Sragen tidak bisa hadir pada acara ini. Hari ini 20 Mei adalah kebangkitan Nasional, dan alun-alun Sragen menjadi salah satu pengungkit bahwa dengan diadakannya acara ini maka diharapkan rasa saling menghormati di bumi sukowati akan semakin berkembang. Dari Pemerintah Kab. Sragen meyakini apapun agamanya tidak akan membenarkan adanya tindakan terorisme, maka semua harus bersama-sama menolak adanya terorisme. Dengan ini semua harus bersama-sama TNI/Polri untuk melawan menjaga keutuhan NKRI dan melawan adanya teroris.





COMMENTS

Nama

berita,601,berita satuan,305,berita utama,304,
ltr
item
KODIM SRAGEN: PERSIT KODIM SRAGEN LAWAN TERORISME
PERSIT KODIM SRAGEN LAWAN TERORISME
https://1.bp.blogspot.com/-FGbcNvC_6rs/WwJKMwOEt5I/AAAAAAAAzVg/MFhRFz0AFNowh3z-Id04-PcRhUuajV--wCLcBGAs/s400/IMG-20180520-WA0109.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-FGbcNvC_6rs/WwJKMwOEt5I/AAAAAAAAzVg/MFhRFz0AFNowh3z-Id04-PcRhUuajV--wCLcBGAs/s72-c/IMG-20180520-WA0109.jpg
KODIM SRAGEN
http://www.kodimsragen.com/2018/05/persit-kodim-sragen-lawan-terorisme_21.html
http://www.kodimsragen.com/
http://www.kodimsragen.com/
http://www.kodimsragen.com/2018/05/persit-kodim-sragen-lawan-terorisme_21.html
true
6887750314490366918
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy